* Bintang dan Matahari,sepasang kekasih yg saling menyayangi.
Waktu demi waktu mereka lalui bersama dlm senang maupun sedih,hingga rasa sayang itu tak lagi jd sayang biasa, tp sangat sayang
hari demi hari berganti sang Matahari berkata pada Bintang 'aku CINTA pd mu'. Sang Bintang tersentak,'apa kau yakin ? Cinta itu lebih tinggi dr sayang !'. 'tentu saja ! Jika tidak aku takkan bernyali mengatakanya' Matahari meyakinkan. Hati Bintang luluh, dan mungkin pd saat itu jg rasa hatinya trut tmbuh jd Cinta.
Kini Bin dan Mat adalah pasangan yg slg mencintai, hingga suatu hari mereka harus berpisah demi kpntingan brsama
-tb2 Mat berubah, dy tak sperti dlu lg, jgnkan mnanyakan kbr Bin, membri kbr pun jrg ia lkukan. Nmun Bin tak bs bbuat ap2, dy msh ttap pd pndrian.y dy msh pd Cinta yg sm. Tak henti ia tnjukkan rs Cinta.y pd Mat,nmun ap daya Mat sdh tdk sehati,bhkan hati mrk bpsah seiring dg perpisahan mrka.
Hati Bin pun gerimis bhkan hjan 'aku harus kuat mghentikan hujan ini, ku ta mw mnengglamkan dri sndri dlm sedih dan mnjadi Bintang jatuh yg khilangan sinar'
Bin hnya bs bharap cintanya dg Mat yg dl Tak Lekang Oleh waktu bisa kmbali brsatu sperti dlu lg
cinta yg mampu mengusir jauh awan dn bulan yg cba usik hati mrka-
Bin akhirnya sdar dn trbangun dr smw mimpi buruk itu
sjauh prpsahan mrka cinta mrka msh utuh, bhkan lbih TAHAN BANTING !
mrka ttp mjalankn tgasnya brgantian menerangi bumi dg penuh cinta
spreading happyness for all, with love
walau hanya dpt mngintip dr belahan bumi lain namun mrka ttp pada SATU CINTA :)
seakan tak sbar untuk sgera dpersatukan kmbali
Love - Dream - Succes !
Dikutip dr day dreaming
*aneh yak? Haha
i Love U my Sun Shine
mmuuahh :*
Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di Puncak. Setelah keluar dari jalan tol Jagorawi, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu Cipanas.
Beberapa pemuda tanggung langsung hutasoit-soit melihat butet yang seksi itu. Tapi butet tidak peduli, dia jala sitorus memasuki rumah tanpa menanggapi. Sepiring Naibaho yang hangat dengan ikan gurame yang dibakar dengan batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan semangkok nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut , Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan kesana ber-bukit-bukit. Kadang nainggolan, kadang manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak pohan. Kebanyakan pohan �tanjung�. Beberapa diantaranya ada yang simatupang diterjang badai semalam.
Begitu sampai di villa, Butet membuka pintu mobil, wow, siregar sekali hawanya, berbeda dengan jakarta yang panggabean penuh asap. Hembusan perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan. Sejauh simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang girsang.
Mulanya butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukan hanyalah bekas kolam renang yang akan di -hutahuruk dengan tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di kebun teh saja. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar �Sinaga... !� teriaknya sambil lari sitanggang langgang.
Celakanya dia malah terpeleset dari tobing yg tinggi sehingga bibirnya sihombing. Kasihan sekali..., butet menangis marpaung-paung lantaran kesakitan.
Tetapi..., dia lantas ingat... bahwa sebagai orang batak pantang untuk menangis. Dia harus togar...!
Maka, dengan menguatkan, dia pergi ke puskesmas setempat untuk melakukan panjaitan terhadap bibirnya yang sihombing itu. Mantri puskesmas tergopoh-gopoh simangunsong di pintu untuk menolongnya.
�Hem... ongkosnya pangaribuan... � kata mantri setelah memeriksa sejenak.
�Itu terlalu mahal... bagaimana kalau napitupulu saja?� tawar si Butet
�Napitupulu terlalu murah, mengertilah saya sebagai PNS pandapotan saya khan kecil sekali , ekonomi keluarga saya sudah sangat ginting sekali,� kata mantri memelas
�Jangan begitulah, masa tidak siahaan melihat bibir saya begini?�.
�Baiklah , tapi panjaitan nya pakai jarum sitompul saja� sahut mantri mulai agak kesal.
�Cepatlah! aku sudah hampir munthe, yach... saragih sedikit tidak apa-apalah, dari pada bibirku sihombing terus...�
Malamnya...,
Ketika sedang asik belajar sambil makan kue lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan rajagukguk. Wah... Butet bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di pintunya berbunyi �Poltak...!� keras sekali.
�Ada situmorang ��! �,
�Sialan, cuma kucing...� desahnya lega. Dia sudah sempat berpikir yang silaen-laen.
Selesai belajar...,
Butet menyalakan televisi. Ternyata ada siaran Discovery chanel yang menampilkan hutabarat Amazon di Kanada yg terkenal itu serta simamora gajah purba yang berbulu lebat. Saat commercial break, muncul lagu nasional RI yang terkenal dengan seruannya �Simanjuntak gentar, sinambela yang benar...!�.
Keesokan harinya...,
Butet kembali ke Jakarta dan langsung pergi ke kampus.
Di depan ruang ujian dia membaca tulisan �Harahap tenang, ada ujian �.
Butet bergumanm � ah �.. aku kan marpaung, boleh ribut dong �. ! �.
�Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.�
